Sabtu, 29 Oktober 2016

AGAMA DAN MASYARAKAT

AGAMA DAN MASYARAKAT
  • Pengertian agama
Agama menurut KBBI adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada tuhan yang maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia serta lingkungannya

Agama berasal dari bahasa sanskerta yaitu “a” yang berarti tidak, dan “gama” yang berarti kacau.

Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah realigi, yang berasal dari kata lain “religio” dan berakar pada kata re-ligare yang artinya mengikat kembali.  Artinya, dengan realigi seseorang diharapkan mampu untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada tuhan
  • Pengertian Masyarakat
Masyarakat  adalah suatu  sistem  sosial yang menghasilkan kebudayaan.
Masyarakat adalah kumpulan sekian banyak individu yang terikat oleh satuan adat, hukum, dan kehidupan bersama

  • Kaitan antara agama dan masyarakat
Kaitan agama dan kelompok dibagi menjadi 3, yaitu ;
  1. Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sakral. Tipe ini menggambarkan sekelompok orang yang menganut kepercayaan serta kelompok agama yang sama sehigga tipe ini disebut sebagai tipe yang kecil, terisolasi dan terbelakang.
  2. Masyarakat pra-industri yang sedang berkembang. Tipe yang lebih baik dr tipe sebelumnya. Terlihat dari berbagai macam acara atau upacara dalam merayakan suatu acara keagamaan serta adanya perkembangan teknologi yang mendominasi ketimbang tipe pertama serta jauh dari kesan terisolasi.
  3. Masyarakat industri sekular. Tipe ini mencirikan masyarakat industri yang semakin tinggi dlm bidang teknologi, shg watak masyarakat sekular tidak terlalu mementingkan agama. Misalnya pemikiran agama, praktek agama, dan kebiasaan agama lainnya yg seharusnya dilakukan tetapi kini mulai berkurang.

  • Fungsi agama
Agama merupakan sebuah pedoman hidup umat manusia.  Agana harus dimiliki setiap manusia.  Agama harus dimiliki manusia agar tertanam jiwa ketuhanan pada dirinya.  Dengan agama manusia dapat mengenal siapa penciptanya, dengan agama hidup menjadi terarah.

Berikut fungsi agama :

Fungsi Edukatif (Pendidikan). Ajaran agama secara yuridis (hukum) berfungsi menyuruh/mengajak dan melarang yang harus dipatuhi agar pribagi penganutnya menjadi baik dan benar, dan terbiasa dengan yang baik dan yang benar menurut ajaran agama masing-masing.

Fungsi Penyelamat. Dimanapun manusia berada, dia selalu menginginkan dirinya selamat. Keselamatan yang diberikan oleh agama meliputi kehidupan dunia dan akhirat. Charles Kimball dalam bukunya Kala Agama Menjadi Bencana melontarkan kritik tajam terhadap agama monoteisme (ajaran menganut Tuhan satu). Menurutnya, sekarang ini agama tidak lagi berhak bertanya: Apakah umat di luat agamaku diselamatkan atau tidak? Apalagi bertanya bagaimana mereka bisa diselamatkan? Teologi (agama) harus meninggalkan perspektif (pandangan) sempit tersebut. Teologi mesti terbuka bahwa Tuhan mempunyai rencana keselamatan umat manusia yang menyeluruh. Rencana itu tidak pernah terbuka dan mungkin agamaku tidak cukup menyelami secara sendirian. Bisa jadi agama-agama lain mempunyai pengertian dan sumbangan untuk menyelami rencana keselamatan Tuhan tersebut. Dari sinilah, dialog antar agama bisa dimulai dengan terbuka dan jujur serta setara.

Fungsi Perdamaian. Melalui tuntunan agama seorang/sekelompok orang yang bersalah atau berdosa mencapai kedamaian batin dan perdamaian dengan diri sendiri, sesama, semesta dan Alloh. Tentu dia/mereka harus bertaubat dan mengubah cara hidup.

Fungsi Kontrol Sosial. Ajaran agama membentuk penganutnya makin peka terhadap masalah-masalah sosial seperti, kemaksiatan, kemiskinan, keadilan, kesejahteraan dan kemanusiaan. Kepekaan ini juga mendorong untuk tidak bisa berdiam diri menyaksikan kebatilan yang merasuki sistem kehidupan yang ada.

Fungsi Pemupuk Rasa Solidaritas. Bila fungsi ini dibangun secara serius dan tulus, maka persaudaraan yang kokoh akan berdiri tegak menjadi pilar "Civil Society" (kehidupan masyarakat) yang memukau.

Fungsi Pembaharuan. Ajaran agama dapat mengubah kehidupan pribadi seseorang atau kelompok menjadi kehidupan baru. Dengan fungsi ini seharusnya agama terus-menerus menjadi agen perubahan basis-basis nilai dan moral bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Fungsi Kreatif. Fungsi ini menopang dan mendorong fungsi pembaharuan untuk mengajak umat beragama bekerja produktif dan inovatif bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.
Fungsi Sublimatif (bersifat perubahan emosi). Ajaran agama mensucikan segala usaha manusia, bukan saja yang bersifat agamawi, melainkan juga bersifat duniawi. Usaha manusia selama tidak bertentangan dengan norma-norma agama, bila dilakukan atas niat yang tulus, karena untuk Alloh, itu adalah ibadah.
  • Pelembagaan agana
Pelembagaan agama adalah suatu tempat atau lembaga untuk membimbing, membina dan mengayomi suatu kaum yang menganut agama. Pelembagaan Agama di Indonesia yang mengurusi agamanya

  1. Islam : MUI atau Majelis Ulama Indonesia adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang mewadahi ulama, zu’ama, dan cendikiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia.
  2. Kristen : Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) (dulu disebut Dewan Gereja-gereja di Indonesia – DGI)
  3. Katolik : Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI atau Kawali) adalah organisasi Gereja Katolik yang beranggotakan para Uskup di Indonesia dan bertujuan menggalang persatuan dan kerja sama dalam tugas pastoral memimpin umat Katolik Indonesia.
  4. Hindu : Parisada Hindu Dharma Indonesia ( Parisada ) ialah: Majelis tertinggi umat Hindu Indonesia.
  5. Budha : MBI Majelis Buddhayana Indonesia adalah majelis umat Buddha di Indonesia
  6. Konghucu : MATAKIN Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia adalah sebuah organisasi yang mengatur perkembangan agama Khonghucu di Indonesia
  • Pengaruh agama
Pengaruh agama sangatlah besar bagi kehidupan masyarakat, Baik itu  positif atau negatif.  Karena agama bersifat fundamental.  Dan agama pasti akan terus bertahan karena agama berasal dari kebudayaan yang telah lampau.  Seorang yang beragama cenderung bersikap baik, karena dia tahu dia alam ini dia bukan hidup selamanya, dan menyadari bahwa ada alam di akhirat  nanti.  Agama juga telah meningkatkan kesadaran yang hidup dalam diri manusia akan kondisi eksistensinya yang berupa ketidakpastian dan ketidakmampuan untuk menjawab problem hidup manusia yang berat.

Tapi sangat disayangkan, sekarang masyarakat sudah jauh dengan agama.  Banyak factor  yang mempengaruhi jauhnya sikap beragama di masyarakat, contohnya seperti teknologi.    Dengan teknologi  masyarakat akan lupa waktu sehingga meninggalkan ibadah kepada tuhan yang maha kuasa

Referensi :
https://fauzanbrs94.wordpress.com/2015/11/24/agama-dan-masyarakat/
http://alfiyani18.blogspot.co.id/2015/01/hubungan-agama-dan-masyarakat.html
http://rudyansyah08.blogspot.co.id/2012/01/agama-dan-masyarakat.html
http://eliana-hubunganagamadanmasyarakat.blogspot.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar