Sabtu, 29 Oktober 2016

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT.
CERPEN
Karya : M. RIZKY PRIHANDINI NUR


           Pagi yang sangat dingin, adzan berkumandang, seakan menyapa aku untuk segera bangun dari tidurku yang sangat nyenyak nyenyak ini, ya seperti biasa akupun bangun untuk melaksanakan ibadah yang harus kulakukan.  Akupun segera mencuci muka dan  mempersiapkanku untuk sholat, setelah itu aku sholat subuh.  Setelah sholat selagi ada kesempatan aku sedikit membuka buku untuk belajar, tapi terkadang aku juga langsung meneruskan tidurku.  Setelah belajar, aku biasanya meneruskan tidurku.

Pagi yang sangat cerah, matahari memancarkan sinarnya, dan  langit yang amat sangat bersahabat, ditambah suara ayam berkokok  yang menunjukan bahwa waktu telah pagi, akupun kembali bangun dari tidurku.  “ rizky, ayo sudah pagi, waktunya kuliah, cepat mandi dan siap – siap, ibu sudah mempersiapkan makanan”  kata ibuku yang sedang memasak.  Akupun bergegas untuk mandi dan bersiap – siap untuk kuliah. Ibuku sangat baik sekali, dia mengajarkankanku banyak hal, memberitahukan ku jika aku salah, dan mendidik menjadi yang terbaik terhadap anak – anaknya.  Setelah aku selesai bersiap – siap, ternyata aku telah ditunggu oleh ayahku di meja makan, karna biasanya kami sebelum berangkat sarapan bersama.  Momen ini sangat jarang sekali dilakukan, karena aku dan ayahku terkadang berangkat dengan jam yang berbeda, maka dari itu aku sangat  suka sekali momen ini.  Ayahku juga orangtua yang baik.  Mengajari banyak hal, memarahiku ketika salah, memberi banyak nasihat, pelindung bagi keluarga, dan berjiwa sosialisasi.  Dirumah, situasi juga sangat nyaman sekali karena adanya Interaksi yang memberikan rasa hangat terhadap orang yang tinggal dirumah tersebut dengan kesan Ceria, Ramah dan Penuh kasih saying.  Makanan sudah habis, kini saatnya  aku  berangkat kuliah. “ Bu, yah, aku berangkat dulu ya, Assalamualaikum…” ujarku sambil menyium tangan ibu dan ayahku.  Akupun berangkat kuliah.

Aku adalah orang yang tidak pandang pandang dalam mencari teman, semua bisa kita jadikankan teman, tapi tidak semua teman bisa dijadikan sahabat.  jadi boleh bergaul dengan siapa saja, tapi harus diperhatikan juga sisi positif dan negatifnya. Selain aku  adalah orang yang ingin mencapai sesuatu yang ingin aku  tuju dengan cara apapun.  Apalagi  masalah kuliah atau pelajaran.  Aku punya prinsip tidak ingin orangtua sia – sia  menafkahiku untuk kuliah, karena aku tahu bahwa biaya  kuliah tidaklah  murah.  semua kewajiban orangtua sudahlah dipenuhi, tinggal bagaimana  aku  yang menjalaninya.  Dari prinsip tersebut aku rela mengorbankan waktu  untuk belajar.  Nah ini adalah salah satu dari banyak hal yang diajarkan oleh Keluargaku  di rumah. 

Perjalanan yang jauh, suasana macet dimana – mana, dan perasaan lelah, akhirnya semua ini usai saat motorku dapat di parkir di halaman kampus .  karena waktu sudah menunnjukan jam kuliah, maka aku bergegas ke ruangan untuk melakukan kewajiban. 

Semua orang punya hak dan kewajiban, begitupun aku.  Kewajiban adalah sesuatu hal yang wajib  atau harus dilakukan sebelum  memenuhi hak.  Biasanya jika kewajiban telah terpenuhi, naluri hatiku juga menuntut hak.  Hak adalah suatu yang merupakan milik seseorang sebagai manusia. Aku biasanya mendapatn hak dengan rekreasi.  Entah itu  rekreasi secara Fisik atau pikiran.

Setelah aku pulang dari kuliah, aku biasanya bermain dengan rekan atau mengerjakan tugas bila ada.  Lalu setelah itu baru aku pulang. Sesampainya dirumah, aku beristirahat sejenak, menghilangkan rasa lelah dari semua  yang dilalui di hari ini.  “Ki, ayok kita makan ibu sudah menyiapkan makanan” adikku berkata.  setelah selesai mandi dan sholat magirb, aku makan malam bersama.  Setelah selesai makan, ada tugas kecil yang sudah menjadi kewajiban ku, yaitu mencuci piring yang kotor setelah makan.  Nah ini adalah bentuk dari kerjasama dalam keluarga.  Tidak disini saja kewajibanku.  Jika hari libur, biasanya aku membantu ibuku dengan mengerjakan pekerjaan rumah seperti Menyapu rumah atau halaman, mencuci kendaran, dan lain – lain.  Adik ku juga ambil bagian dalam hal kewajiban dirumah, yaitu merapikan kamarnya sendiri. Ini adalah keluarga. Saling bantu membantu, bahu – membahu, berinteraksi, bersosialisasi, dan berperan menciptakan kebudayaan yang baik bagi kelangsungan hidup. 

Ya, malam ini adalah jadwal aku berperan dalam kegiatan di masyarakat yaitu mengikuti pengajian rutin yang diselenggarakan di wilayah masyarakat sekitar.  Selepas sholat isya, aku menuju masjid.  Menurutku menghadiri pengajian ini juga tidak kalah penting, karena selain menapatkan Ilmu, kita juga dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.  Karena tidak lengkap rasanya jika sesorang sudah berilmu ( pintar) tapi dia tidak bersosialisasi, maka dia tidak akan mengenali lingkungannya.  Nah selain mendapat pelajaran hidup dari keluarga. Aku juga mendapat pengalaman dari masyarakat.  Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap kelangsungan individu sangat besar dan begitu juga sebaliknya.  Bahwa peran kita juga penting di masyarakat.  Seorang individu harus memiliki  wadah untuk terbentuknya pribadi yang ada pada dirinya. 

Selepas menghadiri pengajian, aku pulang untuk mengerjakan tugas dan setelah itu aku tidur untuk mempersiapkan Fisik, Mental dan Pikiran untuk hari esok. 

Disini aku menjelaskan bahwa Individu, Keluarga, dan masyarakat amat sangat berhubungan dengan dilandasi oleh nilai, norma dan aturan-aturan diantara komponen-komponen tersebut. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu keluarga dan masyrakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Begitupun sebaliknya, individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya. Dan barulah dikatakan sebagai individu jika individu bisa membaur dengan lingkungan sosialnya yaitu masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar