INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT.
CERPEN
Karya : M. RIZKY PRIHANDINI NUR
Pagi yang sangat dingin, adzan berkumandang, seakan menyapa aku
untuk segera bangun dari tidurku yang sangat nyenyak nyenyak ini, ya seperti
biasa akupun bangun untuk melaksanakan ibadah yang harus kulakukan. Akupun segera mencuci muka dan mempersiapkanku untuk sholat, setelah itu aku
sholat subuh. Setelah sholat selagi ada
kesempatan aku sedikit membuka buku untuk belajar, tapi terkadang aku juga
langsung meneruskan tidurku. Setelah belajar,
aku biasanya meneruskan tidurku.
Pagi yang sangat cerah, matahari
memancarkan sinarnya, dan langit yang
amat sangat bersahabat, ditambah suara ayam berkokok yang menunjukan bahwa waktu telah pagi, akupun
kembali bangun dari tidurku. “ rizky, ayo
sudah pagi, waktunya kuliah, cepat mandi dan siap – siap, ibu sudah
mempersiapkan makanan” kata ibuku yang
sedang memasak. Akupun bergegas untuk
mandi dan bersiap – siap untuk kuliah. Ibuku sangat baik sekali, dia
mengajarkankanku banyak hal, memberitahukan ku jika aku salah, dan mendidik
menjadi yang terbaik terhadap anak – anaknya.
Setelah aku selesai bersiap – siap, ternyata aku telah ditunggu oleh
ayahku di meja makan, karna biasanya kami sebelum berangkat sarapan
bersama. Momen ini sangat jarang sekali
dilakukan, karena aku dan ayahku terkadang berangkat dengan jam yang berbeda,
maka dari itu aku sangat suka sekali
momen ini. Ayahku juga orangtua yang
baik. Mengajari banyak hal, memarahiku
ketika salah, memberi banyak nasihat, pelindung bagi keluarga, dan berjiwa
sosialisasi. Dirumah, situasi juga sangat
nyaman sekali karena adanya Interaksi yang memberikan rasa hangat terhadap
orang yang tinggal dirumah tersebut dengan kesan Ceria, Ramah dan Penuh kasih
saying. Makanan sudah habis, kini saatnya aku
berangkat kuliah. “ Bu, yah, aku berangkat dulu ya, Assalamualaikum…”
ujarku sambil menyium tangan ibu dan ayahku.
Akupun berangkat kuliah.
Aku adalah orang yang tidak pandang
pandang dalam mencari teman, semua bisa kita jadikankan teman, tapi tidak semua
teman bisa dijadikan sahabat. jadi boleh
bergaul dengan siapa saja, tapi harus diperhatikan juga sisi positif dan
negatifnya. Selain aku adalah orang yang
ingin mencapai sesuatu yang ingin aku
tuju dengan cara apapun.
Apalagi masalah kuliah atau
pelajaran. Aku punya prinsip tidak ingin
orangtua sia – sia menafkahiku untuk
kuliah, karena aku tahu bahwa biaya
kuliah tidaklah murah. semua kewajiban orangtua sudahlah dipenuhi,
tinggal bagaimana aku yang menjalaninya. Dari prinsip tersebut aku rela mengorbankan
waktu untuk belajar. Nah ini adalah salah satu dari banyak hal
yang diajarkan oleh Keluargaku di
rumah.
Perjalanan yang jauh, suasana macet
dimana – mana, dan perasaan lelah, akhirnya semua ini usai saat motorku dapat
di parkir di halaman kampus . karena
waktu sudah menunnjukan jam kuliah, maka aku bergegas ke ruangan untuk melakukan
kewajiban.
Semua orang punya hak dan
kewajiban, begitupun aku. Kewajiban
adalah sesuatu hal yang wajib atau harus
dilakukan sebelum memenuhi hak. Biasanya jika kewajiban telah terpenuhi,
naluri hatiku juga menuntut hak. Hak
adalah suatu yang merupakan milik seseorang sebagai manusia. Aku biasanya
mendapatn hak dengan rekreasi. Entah
itu rekreasi secara Fisik atau pikiran.
Setelah aku pulang dari kuliah, aku
biasanya bermain dengan rekan atau mengerjakan tugas bila ada. Lalu setelah itu baru aku pulang. Sesampainya
dirumah, aku beristirahat sejenak, menghilangkan rasa lelah dari semua yang dilalui di hari ini. “Ki, ayok kita makan ibu sudah menyiapkan
makanan” adikku berkata. setelah selesai
mandi dan sholat magirb, aku makan malam bersama. Setelah selesai makan, ada tugas kecil yang
sudah menjadi kewajiban ku, yaitu mencuci piring yang kotor setelah makan. Nah ini adalah bentuk dari kerjasama dalam
keluarga. Tidak disini saja
kewajibanku. Jika hari libur, biasanya aku
membantu ibuku dengan mengerjakan pekerjaan rumah seperti Menyapu rumah atau
halaman, mencuci kendaran, dan lain – lain.
Adik ku juga ambil bagian dalam hal kewajiban dirumah, yaitu merapikan
kamarnya sendiri. Ini adalah keluarga. Saling bantu membantu, bahu – membahu,
berinteraksi, bersosialisasi, dan berperan menciptakan kebudayaan yang baik
bagi kelangsungan hidup.
Ya, malam ini adalah jadwal aku
berperan dalam kegiatan di masyarakat yaitu mengikuti pengajian rutin yang
diselenggarakan di wilayah masyarakat sekitar.
Selepas sholat isya, aku menuju masjid.
Menurutku menghadiri pengajian ini juga tidak kalah penting, karena
selain menapatkan Ilmu, kita juga dapat bersosialisasi dengan masyarakat
sekitar. Karena tidak lengkap rasanya
jika sesorang sudah berilmu ( pintar) tapi dia tidak bersosialisasi, maka dia
tidak akan mengenali lingkungannya. Nah
selain mendapat pelajaran hidup dari keluarga. Aku juga mendapat pengalaman
dari masyarakat. Pengaruh lingkungan
masyarakat terhadap kelangsungan individu sangat besar dan begitu juga
sebaliknya. Bahwa peran kita juga
penting di masyarakat. Seorang individu
harus memiliki wadah untuk terbentuknya
pribadi yang ada pada dirinya.
Selepas menghadiri pengajian, aku
pulang untuk mengerjakan tugas dan setelah itu aku tidur untuk mempersiapkan
Fisik, Mental dan Pikiran untuk hari esok.
Disini aku menjelaskan bahwa
Individu, Keluarga, dan masyarakat amat sangat berhubungan dengan dilandasi
oleh nilai, norma dan aturan-aturan diantara komponen-komponen tersebut. Individu
tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu keluarga dan masyrakat yang
menjadi latar belakang keberadaanya. Begitupun sebaliknya, individu berusaha
mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras
dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada
dirinya. Dan barulah dikatakan sebagai individu jika individu bisa membaur
dengan lingkungan sosialnya yaitu masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar