Senin, 28 November 2016

MASYARAKAT DESA DAN KOTA

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Pada dasarnya masyarakat kota adalah berawal dari pedesaan,yang berkembang dan maju akibat pertumbuan roda aspek kehidupan yang berada di daerah tersebut.  Entah dari segi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dll.  Dan masyarakat yang tinggal di suatu daerah tersebut juga mulai melupakan kebiasaan lamanya sebagai masyarakat pedesaan, yang religious, gotong royong dan menjunjung tinggi norma yang ada di daerah tersebut.,

Dan biasanya masyarakat desa cenderung lebih mementingkan kenyamanan bersama dari pada kenyamanan pribadi layaknya masyarakat perkotaan.  Sedangkan cara beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.
  • Pengertian Masyarakkat
Dalam arti sempit, masyarakat berasal dari bahasa arab “syaraka” yang artinya ikut serta atau berpartisipasi
Masyarakat adalah kelompok individu yang saling melakukan interaksi dalam kehidupan mereka, terutama melakukan interaksi social yang berkembang dalam cangkupan wilayah tertentu yang cukup luas dan menghasilkan kebudayaan.
Dalam arti lain,  masyarakat adalah kesatuan golongan yang berhubungan dan mempunyai kepentingan yang sama.
  • Masyarakat Desa
    • Pengertian Masyarakat pedesaan
Menurut bintaro, Desa atau kota merupakan suatu hasil perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisografis, sosial, ekonomi, politk dan kultural yang terdapat pada suatu daerah serta memiliki hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daeah lain.
Menurut Sutardjo kartodikusumo, Desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Desa adalah kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejulmah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang Kepala Desa) atau desa merupakan kelompok rumah di luar kota yang merupakan kesatuan

Masyarakat desa adalah sekelompok individu yang saling berinteraksi di suatu daerah yang merupakan suatu hasil perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur sosial, ekonomi, politik dan budaya.
Secara awam masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat primitif (sederhana). Namun pandangan tersebut sebetulnya kurang tepat, karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa. Sedangkan masyarakat tradisional adalah masyarakat. yang menguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat dipungkiri masyarakat desa dinegara sedang berkembang seperti Indonesia, ukurannya terdapat pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya.

  • Ciri Masyarakat Desa
    • Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuan terhadap kebiasaan
    • Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti : iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan
    • warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya. Mereka bergotong royong melakukan hal tanpa ada unsur uang/materi
    • Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
    • Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
    • Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya
    • Masyarakat pedesaan dikenal sangat religious. Artinya, dalam keseharian mereka taat menjalankan ibadah agamanya
    • Penduduk desa kepadatannya lebih rendah bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota

  • Masyarakat Kota
    • Pengertian Kota
Menurut Wirth, Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

Menurut Dwigth Sanderson : Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.

Menurut Max Weber, Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.

Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.

Masyarakat perkotaan sebetulnya tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat desa karena antara desa dengan kota ada hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa kekota. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karen terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.

  • Ciri masyarakat Kota
    • Kehidupan keagamaan berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
    • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu
    • Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
    • Kemungkinan untuk mendapat pekerjaan biasanya lebih banyak diperoleh jika di kota
    • Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
    • Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
    • Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh

  • Hubungan Masyarakat Desa dan Kota
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan terdapat hubungan uang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan
Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan, desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota.
Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yg juga diperlukan oleh orang desa, kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yg dibutuhkan oleh orang desa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar