Kamis, 17 November 2016

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT



·         PELAPISAN MASYARAKAT
o   PENGERTIAN
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Definis lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Dalam hal ini bisa kita lihat dari adanya kelas atau lapisan yang ada di masyarakat.  Mulai dari lapisan yang tinggi dan diikuti dengan lapisan yang remdah.  tiap – tiap lapisan tersebut disebut dengan strata sosial.  Pelapian sosial dalam masyarakat , pasti akan selalu ada.  Dasar pembedaan itu antara lain, kekayaan, kekuasaan/ wewenang, nilai – nilai sosial, dll.

o   TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL
§  Terjadi dengan sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Orang – orang menduduki lapisan tertentu, dibentuk bukan berdasarkan karna unsur kesengajaan, melainkan karena sudah ada sebelumnya yang terjadi dengan sendirinya atau alami.  Dengan hal ini, maka muncul lapisan yang terjadi dengan sendirinya dan bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
§  Terjadi dengan sengaja
Sistem pelapisan ini terbentuk dari sebuah kesengajaan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:

1.       Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2.       Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).


o   PERBEDAAN PELAPISAN SOSIAL
§  Lapisan sosial tertutup
Pada lapisan ini, apapun tidak akan merubah kekuasaan, wewenang, status sosial. Tidak akan mempengaruhi lapisan atas ataupun lapisan dibawahnya.  Biasanya pada lapisan sosial tertutup, anggota masyarakat akan menerima atau tidak bisa masuk jika berdasarkan keturunan saja, lain dari itu tidak.  . Sistem pelapisan seperti ini biasa ditemui di India, dan Afrika Selatan, dimana mereka menganut politik apartheid atau perbedaan warna kulit yang disahkan melalui undang-undang.

§  Lapisan sosial terbuka
Berbeda dengan lapisan sosial tertutup, pada lapisan sosial terbuka semua golongan atau lapisan masyarakat bisa menempati lapisan sosial yang ada dibawahnya atau diatasnya. Seseorang bisa saja menempati suatu jabatan atau kewenagan tertentu dengan kemampuannya.  Dan seorang yang berada di lapisan atas bisa saja jatuh ke lapisan bawah karena dia tidak bisa mempertahankan kemampuannya karena banyak faktor yang mempengaruhi. Masyarakat akan semakin bersaing untuk mendapatkan apa yang diinginkan.  Sisitem ini dikatakan baik diterapkan pada masyarakat karena bersifat transparan dan terbuka.

o   TEORI PELAPISAN SOSIAL
§  Kelas atas (upper class).
§  Kelas bawah (lower class).
§  Kelas Menengah (middle class).
§  Kelas Menengah kebawah (lower middle class).
Adapun beberapa teori tentang pelapsan sosial masyarakat menurut para ahli :

§  Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure,   yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang   berada di tengah-tengahnya.

§  Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa  selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.

§  Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap  waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.

§  Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).

§  Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

o   KRITERIA UNTUK MENNGGOLANGKAN PELAPISAN SOSIAL
§  Ukuran kekayaan, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak, ia akan menempati pelapisan di atas. Kekayaan tersebut misalnya dapat dilihat dari bentuk rumah, mobil pribadinya, cara berpakaian serta jenis bahan yang dipakai, kebiasaan atau cara berbelanja dan seterusnya.

§  Ukuran kekuasaan, barang siapa yang memiliki kekuasaan atau yang mempunyai wewenang terbesar akan menempati pelapisan yang tinggi dalam pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan.


§  Ukuran kehormatan, orang yang disegani dan dihormati akan mendapat tempat atas dalam sistem pelapisan sosial. Ukuran semacam ini biasanya dijumpai pada masyarakat yang masih tradisional. Misalnya, orangtua atau orang yang dianggap berjasa dalam masyarakat atau kelompoknya. Ukuran kehormatan biasanya lepas dari ukuran-ukuran kekayaan dan kekuasaan.

§  Ukuran ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan digunakan sebagai salah satu faktor atau dasar pembentukan pelapisan sosial didalam masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan.

·         KESAMAAN DERAJAT

o   PENGERTIAN
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, Seorang yang menjadi anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun negeara.  Hak dan kewajiban diatur dalam Undang – undang.  Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat.  Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan yang dikeal juga sebagai Hak Asasi Manusia.

Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal ini mempunayi keterkaitan satu sama lain. Pelapisan soasial berarti pembedaan antar kelas-kelas dalam masyarakat yaitu antara kelas tinggi dan kelas rendah, sedangkan Kesamaan derajat adalah suatu yang membuat bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama, tiada perbedaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah

o   HUKUM YANG MENGATUR
§  PASAL 27
·         Ayat 1 , berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemenrintahan
·         Ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
§  PASAL 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
§  PASAL 29, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara
§  PASAL 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran
·         ELITE DAN MASSA
o   ELITE
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi II – 1995) menyebut elite adalah “orang orang terbaik atau pilihan di suatu kelompok,” dan “kelompok kecil orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawam, cendekiawan dan lain-lain)”.

Elite merujuk pada sekelompok orang yang ditengah – tengah masyarakat, menempati kedudukan tertinggi atau dalam kata lain sekelompok orang terkemuka di bidang – bidang tertentu khusunya golongan kecil yang memegang kekuasaan

Pembedaan elite dalam memegang strategi secara garis besar adalah sebagai berikut :
§  Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan).
§  Elite ekonomi, militer, diplomatik dan cendekiawan (mereka yang berkuasa      
atau mempunyai pengaruh dalam bidang itu)
§  Elite agama, filsuf, pendidik, dan pemuka masyarakat
§  Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis, seperti : artis, penulis,
tokoh film, olahragawan dan tokoh hiburan dan sebagainya

o   MASSA
§  PENGERTIAN
Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai keramaian, tapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain.
Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers, atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.

§  CIRI – CIRI MASSA
Beberapa hal penting yang merupakan sebagian ciri-ciri yang membedakan di dalam massa :

·         Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakamuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai massa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti suatu proses peradilan tentang pembunuhan misalnya melalui pers.
·         Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat, tersusun dari  individu-individu yang anonim.

·         Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota­anggotanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar